MACAM MACAM ALAT BONGKAR MUAT KAPAL

MACAM MACAM ALAT BONGKAR MUAT KAPAL DI PELABUHAN

Macam macam alat bongkar muat kapal

Macam macam alat bongkar muat kapal dalam akftivitas suatu proses bongkar muat di pelabuhan ada sarana merupakan alat bantu dalam menunjang lancarnya kegiatan dari proses bongkar muat kapal.  Alat bongkar muat kapal ada yang non mekanik dan mekanik.

Alat alat bongkar muat kapal pokok  penunjang pekerjaan bongkar muat yang meliputi jala-jala lambung kapal (shipside net), tali rami manila (rope sling), tali baja (wire sling), jala-jala baja (wire net), jala-jala tali manila (rope net), gerobak dorong serta palet.
  • COMMANDING HATCH : Palka yang menentukan dimana palka tersebut memiliki pekerjaan yang paling banyak  dan mempengaruhi waktu kerja secara menyeluruh dari awal hingga selesai.
  • BONGKAR MUAT DI REDE : Adalah Jenis pekerjaan bongkar muat dari kapal yang bersandar di dermaga untuk dipindahkan ke kapal tongkang barang yang ada di lambung kapal kemudian mengeluarkannya dari tali atau jala-jala (eks tackle) serta menyusunnya di tongkang atau membongkar dari tongkang ke dermaga dan juga sebaliknya.
  • LIFO TERM : liner in free out, merupakan aturan kombinasi cara bongkar muat  yang memuat menggunakan ukuran liner term dan membongkar dengan menggunakan fios term. Boleh dikatakan barang terakhir yang di masukan ke kapal nantinya akan dikeluarkan saat proses bongkar muat menjadi urutan yang pertama.
  • FILO TERM : free in liner out, juga merupakan kombinasi cara dari bongkar muatan dengan menggunakan metode fios term dan membongkar dengan menggunakan liner term.
  • SAGGING : Adalah istilah dalam hal muatan yang terkosentrasi di tengah kapal.
  • HOGGING : Adalah  istilah dalam muatan yang terkonsentrasi di ujung-ujung kapal.
  • BULKY : Adalah istilah dalam hal muatan di kapal yang memiliki volume besar tetapi muatannya ringan.
  • OVERSTOWING : Adalah merupakan istilah dari gambaran buruknya cara penumpukan atau cara penyusunan muatan di kapal.   
  • SHIFTING : Adalah istilah dalam memindahkan muatan di dalam palka yang sama atau bisa juga ke palka yang berbeda melalui jalan darat.
  • LASHING atau UNLANSHING : Adalah istilah mengikat atau memperkuat muatan bisa juga dikatakan sebaliknya membuka pengikat atau penguat muatan.
  • DUNNAGING : Adalah istilah memasang dalam pemisah muatan.
  • SWEEPING : Adalah istilah mengumpulkan semua barang dari proses bongkar muat yang tercecer.
  • RESTOWAGE: Adalah istilah dalam menyusun kembali muatan didalam palka kapal.
  • SORTING: Adalah istilah dalam pekerjaan memilih dan memisahkan muatan yang tercampur dengan muatan yang rusak.
  • TRIMMING : Adalah istilah meratakan muatan di dalam palka kapal agar seimbang.
  • CLEANING : Adalah istilah dalam proses suatu pekerjaan membersihkan palka kapal.
  • LONGDISTANCE : Adalah istilah dalam proses pekerjaan cargodoring yang jaraknya melebihi dari 130 meter.
  • BAGGING/ UNBAGGING : Adlah memasukan muatan dalam bentuk curah atau butiran ke dalam karung atau bisa juga sebaliknya yaitu membuka karung dan mencurahkan muatan.

ALAT ALAT BONGKAR MUAT KAPAL MEKANIK



biaya bongkar muat kapal, tarif bongkar muat kapal di pelabuhan tanjung priok, alat bongkar muat kapal

Ada banyak alat alat bongkar muat kapal mulai dari yang mekanik dimana peralatan bongkar muat kapal ini memiliki ukuran besar. Mengingat semakin besar beban kerja dari peralatan bongkar muat kapal demikian juga resiko keselamatan para pekerja atau operator peralatan bongkar muat kapal adalah merupakan orang yang sudah memiliki pengalaman dan sertifikat dalam pengoperasiannya.  Adapun bebera alat bongkar muat kapal sebagai pengetahuan anda adalah  sebagai berikut :


TRANSTAINER KAPASITAS 40 TON : Adalah berbentuk kendaraan khusus sebagi alat bongkar muat kapal untuk mengangkut, menumpuk 4 + 1 tiers, lebar span 6 + 1 rows dan dapat membongkar dan memuat peti kemas dalam proses penumpukan unit kontainer (container yard). Alat ini dapat bergerak dan berada di area lapangan penumpukan petikemas atau kontainer.


 Alat bongkar muat kapal Container Crane

CONTAINER CRANE KAPASITAS 40 TON : Adalah merupakan alat-alat bongkar muat kapal yang sengaja dibuat secara permanen ditempatkan di area yang sudah ditentukan dermaga serta memiliki fungsi sebagai alat bongkar muat kapal utama dalam proses bongkar muat peti kemas dari dermaga ke kapal dan bisa sebaliknya.


Alat bongkar muat kapal Transtainer :
  • FORKLIFT : Adalah  kendaraan kecil khusus alat bongkar muat kapal yang digunakan untuk angkat barang berat tapi umum atau berbentuk peti atau palet pada general cargo dengan kapasitas angkat terbatas dan mempunyai jangkauan pengangkatan yang tertentu.

 Alat bongkar muat kapal forklift

  • MOBILE CRANE KAPASITAS lebih dari 40 TON : Adalah peralatan untuk mengangkat barang yang umum pada general cargo dengan kapasitas angkat tertentu serta  memiliki jangkauan pengangkatan yang relatif jauh secara jarak.

Alat bongkar muat kapal Mobile Crane

  • REACH STACKER KAPASITAS 40 TON :  Adalah merupakan peralatan bongkar muat kapal dari kombinasi antara forklift dan mobile crane yang dilengkapi fasilitas spreader (pengangkat kontainer). Mampu mengangkat bebam petikemas serta memiliki jangkauan pengangkatan yang fleksibel bisa saja pendek maupun tinggi tertentu.

Alat bongkar muat kapal  Reach Stacker

  • TOP LOADER : Adalah peralatan bongkar muat kapal ini bentuknya seperti forklift namun memiliki kemampuan dalam mengangkat kontainer atau petikemas dan jangkauannya dalam pengangkatan terbatas.

Alat bongkar muat kapal top loader

  • TRONTON : Adalah mobil bentuk truck yang khusus dimodifikasi untuk dapat mengangkut kontainer atau petikemas panjang 20 feet dan mempunyai daya angkut terbatas.
  • HEAD TRUCK + CHASSIS : Adalat peralatan bongkar muat kapal yang merupakan truck sengaja dirancang serta dapat menarik chassis dalam ukuran 20 feet maupun ukuran 40 feet. Mempunyai flexibilitas sangat tinggi dalam hal pengangkutan kontainer atau petikemas dikarenakan chassis dapat dilepas. Pada umumnya digunakan pada suatu terminal kontainer atau petikemas lebih modern.

ISTILAH DALAM BONGKAR MUAT KAPAL


Sebagai bahan pengetahuan anda mengenai alat-alat bongkar muat kapal dibawah ini ada beberapa istilah yang umum dikenal di proses bongkar muat kapal.

Berikut ini adalah istilah-istilah yang umum disebut dalam proses bongkar muat kapal :
  • 1. PORT CHARGES: Adalah istilah pungutan resmi di  Pelabuhan yang dikenakan untuk suatu pelayanan pelabuhan istilah perkapalan dimana pungutan ini berlaku pada setiap kapal yang berlabuh disuatu dermaga atau pelabuhan, bisa kita katakan sebagai uang parkir.
  • 2. PORT DUES: Biaya lain dalam pelabuhan yang juga dikenakan pungutan resmi untuk kapal saat menggunakan fasilitas yang ada di pelabuhan.
    • 3. OVERBRENGAN : Memindahkan barang dari gudang atau tempat penumpukan yang satu ke gudang lain masih disekitar pelabuhan.  Bisa juga dari ship site pindah ke gudang khusus.
    • 4. GILIR KERJA (shift) :  Adalah pergantian jam kerja 8 jam termasuk istirahat 1 jam kecuali pada hari jumat siang untuk istirahat 2 jam termasuk sholat. Untuk kegiatan dan aktifitas dari bongkar muat dengan waktu perggantian tenaga kerja bongkar muat pada setiap shift atau giliran kerja.
    • 5. GANK TKBM : Adalah jumlah orang yang biasanya dalam satu gank terdiri dari 16 orang tenaga tkbm didalam satu regu kerja atau gank.
    • 6. STEVEDORE : Adalah seorang pelaksana dan penyusun rencana kegiatan dan juga pengendalian didalam aktivitas bongkar muat kapal.
    • 7. CHIEF TALLY : Adalah seorang penyusun rencana serta pelaksanaan yang juga merangkap sebagai pengendali perhitungan fisik, proses pencatatan survey kondisi pada barang dalam setiap pergerakan bongkar muat barang dan membuat dokumentasi serta melaporkan secara periodik.
    • 8. TELLY CLERK : Adalah seorang pelaksana yang melakukan perhitungan dan mencatat jumlah, merk atau kondisi pada setiap pemindahan barang berdasarkan dokumen. Membuat laporan kegiatan secara detail dari pergerakan atau pemindaan barang.
    • 9. QUAY SUPERVISOR : Adalah seorang petugas yang mengendalikan kegiatan operasional bongkar muat di dermaga serta mengawasi  barang sampai ke tempat penimbunan  atau juga sebaliknya.
      • 10. FOREMAN : Adalah seorang pelaksana dan pengendali kegiatan operasional bongkar muat dari dan ke kapal sampai di tempat penumpukan barang atau juga sebaliknya. Membuat laporan secara periodik dari hasil kegiatan bongkar muat barang.
      • 11. MISTRY : Adalah seorang pelaksana perbaikan dari kemasan barang dalam kegiatan stevedoring, cargodoring dan receiving atau delivery.
        • 12. SLACK : Adalah perbandingan antara kinerja yang mungkin dapat dicapai dengan kinerja yang sesungguhnya dicapai. 
        • 13. WATCHMAN : Adalah seorang pelaksana dalam hal keamanan barang pada kegiatan stevedoring, cargodoring dan juga receiving atau delivery.

        Demikian macam macam alat bongkar kapal dan istilah yang dikenal dalam perkapalan khususnya dalam sistem dan prosedur serta kegiatan juga aktivitas bongkar muat di pelabuhan di Indonesia.



        Semoga bermanfaat.









        Salam


        Artikel terkait : 


        Jasa bongkar muat Kapal Ekspedisi muatan kapal | alat bongkar muat beserta fungsinya | makalah peralatan bongkar muat sistem bongkar muat peti kemas | cara kerja container crane | nama alat berat di pelabuhan | alat alat bongkar muat cargo equipment and safety | makalah alat bantu bongkar muat | alat alat di deck saat kapal bongkar muat di pelabuhan

         

        Pages

        Powered by jakwebs.com